Pendakian Solo Hiking Gunung Agung Bali Via Pura Pasar Agung

Pendakian Solo Hiking Gunung Agung Bali Via Pura Pasar Agung
Puncak Gunung Agung Bali


Baliiiiiiiii...

Cerita kali ini gue ga mau bahas tentang laut, pantai, air terjun, atau apalah yang ada di Bali, karena gue mau membahas full tentang gunung tertinggi yang berada di Bali ini. Yap, gue mau sedikit bercerita tentang pengalaman mendaki (solo hiking) gue ke gunung Agung Bali (dalam 1 malam pulang-pergi alias tektok) pada akhir tahun 2015 lalu 😂.


Buat yang sering ke Bali, gue rasa masih banyak yang belum mengenal gunung yang satu ini, karena umumnya Bali itu kalo dilihat secara garis besar adalah tempat liburan yang didominasi oleh pantai-pantai yang indah aja, oleh sebab itu masih jarang banget para wisatawan yang mengetahui tentang gunung Agung ini. Gunung Agung termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.


Pendakian Solo Hiking Gunung Agung Bali Via Pura Pasar Agung
Peta Gunung Agung

Untuk mendaki sampai ke puncak gunung Agung itu tidaklah mudah, karena gunung ini sangat dikeramatkan oleh warga Bali, mereka percaya di sanalah tempat para dewa bersemayam, itulah yang membuat tidak sembarangan orang dapat menggapai puncak gunung Agung.  Oleh karena itu, setiap orang atau kelompok yang ingin melakukan pendakian diwajibkan harus menggunakan guide setempat. Berhubung gue berencana ingin melakukan pendakian hanya seorang diri (solo hiking), mau ga mau, gue harus menyewa guide dengan biaya yang lumayan mahal.

Untuk mencapai puncak gunung Agung, ada beberapa jalur yang biasa dilewati oleh para pendaki, yaitu lewat Pura Besakih atau Pura Pasar Agung. Kedua jalur ini memiliki ciri khas masing-masing. Jika kalian memilih lewat jalur Pura Besakih, akan memakan waktu pendakian yang lebih lama dibanding lewat jalur Pura Pasar Agung, dan track-nya pun cenderung lebih landai ketimbang lewat jalur Pura Pasar Agung (rata-rata tidak ada bonusnya). Jadi, buat kalian yang menginginkan waktu pendakian yang singkat, jalur Pura Pasar Agung lah yang paling tepat. Itulah kenapa akhirnya gue memilih lewat jalur Pura Pasar Agung. Pura Pasar Agung sendiri berada di Desa Selat, Kecamatan Sebudi.



Bandung, 24 Desember 2015

Pukul 09.00 WIB, gue dan pacar gue Tri sudah standby di bandara Husein Bandung dengan didampingi oleh gembolan (keril) yang cukup gede banget haha 😂 karena liburan ke Bali kali ini berbeda dengan sebelumnya, dimana yang sebelumnya gue cuma bermain-main di pantai dan air terjun aja, tapi kali ini gue bakal naik gunung Agung ! eiitsss, tapi gue doang loh yang akan naik gunung, pacar gue engga, karena masih belum berani, katanya... 😁 Pukul 10.20 WIB pesawat mulai take off meninggalkan Bandung.

Alhamdulillah, pukul 13.30 WITA, gue sudah landing di bandara Gusti Ngurah Rai Bali. Seperti biasa, gue menunggu motor sewaan datang. Rencananya gue akan menuju hotel yang berada di Kintamani terlebih dahulu. Hotel tersebut yang nantinya sebagai tempat menginap pacar gue selama 1 malam saat gue melakukan pendakian ke gunung Agung nanti malam.


Pendakian Solo Hiking Gunung Agung Bali Via Pura Pasar Agung
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali


Pukul 16.00 WITA tiba di Hotel yang berada di Kintamani. Setelah itu, gue istirahat sejenak sambil menyiapkan perlengkapan yang akan gue bawa mendaki nanti malam.

Sebelum berangkat menuju Pura Pasar Agung, gue terlebih dahulu menghubungi si guide  yang sebelumnya sudah gue booking haha 😂 karena kami rencananya ketemuan di lokasi pada pukul 01.00 dini hari. Pukul 11.00 WITA, gue berangkat menuju Pura Pasar Agung dengan menggunakan motor seorang diri dan hanya mengandalkan google map aja. Menurut versi google map, jarak dari hotel tempat gue ke lokasi Pura Pasar Agung berkisar 1 jam 30 menit.


Pendakian Solo Hiking Gunung Agung Bali Via Pura Pasar Agung
Source: (https://www.google.co.id/maps/)

Ternyata perjalanan gue selama menuju Pura Pasar Agung tidak semudah yang dibayangkan, karena hampir sepanjang jalan tidak ditemukan penerangan sama sekali dan kondisi jalan yang sangat sepi banget. Bukan itu aja, kadang sesekali gue harus melewati jalan yang salah alias nyasar haha 😁 tidak cukup dengan mengandalkan google map aja, karena sering banget arah jalan yang ditunjukan justru malah meleset. Dengan kondisi jalan yang gelap dan sepi, lalu ditambah gue mengendarai motor hanya seorang diri, kadang kala gue suka ngerasa parno, tapi gue coba berpikir positif aja sambil diberani-beraniiin haha 😊



Bali, 25 Desember 2015

Sekitar pukul 01.00 dini hari gue akhirnya tiba juga di Pura Pasar Agung. Saat gue pertama kali tiba, suasana yang gue temui itu benar-benar sangat sepi dan hening banget. Sempet ragu sih, apa gue ga salah tempat haha. Apesnya, saat gue mau hubungi si guide justru handphone gue blank signal, otomatis gue ga bisa hubungin si guide-nya. Gue ga mau stuck  sampe situ aja, gue coba meminta bantuan (numpang menelpon) pada salah seorang yang ingin melakukan ibadah di Pura Pasar Agung yang kebetulan mereka baru datang juga sesaat setelah gue tiba.

15 menit setelah gue hubungi si guide itu, kemudian dia datang, dan gue agak heran, karena guide yang bakal nemenin gue mendaki itu masih terbilang anak-anak, alias masih SMP haha 😂 Akhirnya kami berkenalan sambil bercerita sedikit, dan berujung pada "ketiduran" haha.

Tiba-tiba gue terbangun, dan ternyata waktu sudah menunjukan hampir pukul 02.00 dini hari, gue langsung menyiapkan sedikit perbekalan. Oh iya nih, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mendaki gunung Agung. Yang pertaman adalah mata air yang akan kalian temukan di perjalanan naik. Wisatawan/pendaki tidak boleh mengambil air, karena mata air tersebut disucikan. Lalu pendaki tidak diperkenankan membawa makanan yang mengandung daging sapi.

Pukul 02.00 kami memulai pendakian dari Pura Pasar Agung yang berada di ketinggian 1.058 MDPL. Track pertama akan ditemukan anak tangga yang jumlahnya seitar 280 buah, waktu tempuhnya sekitar 10 menitan hingga sampai di Pura. Setelah itu, track mulai memasuki hutan dan medan masih didominasi oleh tanah dan sedikit bebatuan.

Selama pendakian, sesekali kami melakukan break sejenak untuk me-recovery tenaga yang terus terkuras, karena track yang terbilang hampir tidak ada bonusnya, dan ditambah suhu yang semakin dingin. Pada saat itu, terdapat beberapa pendaki lain yang melakukan pendakian juga, salah satunya turis mancanegara. Karena suhu yang semakin dingin, kami sempat membuat api unggun haha.

Pendakian Solo Hiking Gunung Agung Bali Via Pura Pasar Agung
Api Unggun


Sekitar pukul 05.30 WITA, puncak sudah mulai terlihat dan kami semakin mendekatinya. Alhamdulillah, tidak lama dari situ, lalu kami tiba di puncak gunung Agung. Pada saat pertama kali tiba di puncak, cuaca pada saat itu sedang mendung dan sedikit gerimis, tapi tidak begitu lama, karena setelah itu cuaca cerah kembali.


Pendakian Solo Hiking Gunung Agung Bali Via Pura Pasar Agung

Pendakian Solo Hiking Gunung Agung Bali Via Pura Pasar Agung

Pendakian Solo Hiking Gunung Agung Bali Via Pura Pasar Agung

Pendakian Solo Hiking Gunung Agung Bali Via Pura Pasar Agung

Pendakian Solo Hiking Gunung Agung Bali Via Pura Pasar Agung

Pendakian Solo Hiking Gunung Agung Bali Via Pura Pasar Agung

Pendakian Solo Hiking Gunung Agung Bali Via Pura Pasar Agung


Pukul 08.00 WITA, gue mulai turun menuju Pura Pasar Agung. Hari pun sudah terang ketika gue melakukan perjalanan turun, ternyata gue baru mengetahui track yang gue lewati semalam itu terbilang berat., pantes semalem rasanya tuh cape banget haha 😂.

Sekitar pukul 09.50 WITA, gue dan si guide tiba di Pura Pasar Agung. Gue memutuskan untuk beristirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke hotel.

Alhamdulillah pukul 12.00 WITA gue udah sampe di hotel yang berada di Kintamani, dan ternyata pacar gue udah nungguin gue hihi, maklum semaleman ga ada kabar haha. Lalu kami pun kembali ke Kuta untuk melanjutkan liburan kami selama di Bali ini. Hahay !



Dari beberapa kali kunjungan gue ke Bali, pendakian gunung Agung adalah salah satu cerita yang paling berkesan. Keindahan saat gue berada di puncak gunung Agung bakal selalu terlukis di benak gue, indah banget ! gimana ga indah coba, saat gue berada di puncak, gue bisa melihat gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok sebelah timur.

Matur suksma gunung Agung 😉



Salam Backpacker-Kere !



Budget :

Pendakian Solo Hiking Gunung Agung Bali Via Pura Pasar Agung





Share this:

ABOUT THE AUTHOR

"Terima kasih sudah mampir dan membacanya, semoga bermanfaat, tertarik, dan dapat meninggalkan pesan ataupun pertanyaan pada kolom komentar."

2 komentar:

  1. halo mas, boleh izin minta kontek guidenya? ke email boleh, egansurya645@gmail.com

    makasih ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo gan, mohon maaf gan sudah ga nyimpan contactnya, karena itu disave di handphone yg lama. Bisa dicoba browsing saja gan, biasanya ada :)

      Delete