Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati



Waktu libur sudah selesai. Libur nulis maksudnya.

Libur. Yap, "libur nulis", maksudnya. Ga berasa udah 1 tahun gue ga pernah corat-coret lagi, bukan karena selama satu tahun itu ga ada cerita yang pengen gue share, tapi emang ga pernah sempetin waktu buat nulis aja sih, alias mageerrr wkwk (mohon maap yak). Kalo ditanya soal cerita-cerita apa aja, itu tuh ada banyak banget yang pengen gue tulis di sini, tapi yaa itu mageernya looh wkwk. Andai aja ada autotyping hahaha 👅. Oke, efek setahun ga corat-coret, akhirnya gatel juga jemari ini, coba gue garuk, maksudnya mari gue lanjutkan tulis cerita dari cerita dan pengalaman yang paling terbaru gue lakukan, sebut aja "Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati". Mudah-mudahan seru.




Gunung Salak

Pendakian kali ini adalah Gunung Salak. Gue ulang lagi, Gunung Salak. Masih jelas ga? oke, gue ulang lagi, Gunung Salak! Pasti kesan pertama yang ada di benak kalian tentang gunung ini adalah gunung yang kecil, pendek, ga berat, buat pemula, ya pokoknya cetek lah. Wew, wew, wew, kalo kalian mengiranya seperti itu, selamat kalian salah besar! Termasuk gue, ketika pertama kalipun menilainya demikian. Hemm. "Emangnya kaya gimana sih Si Salak ini?", "Sebegitunya ya?", "Masa sih kaya begitu?".  Ga percaya? Yaudah, coba aja mampir ke sana dulu.



Kenalin Dulu

Gunung Salak merupakan kompleks gunung berapi yang terletak di selatan Jakarta, di Pulau Jawa. Kawasan rangkaian gunung ini termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengelolaan kawasan hutannya semula berada di bawah Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor, tetapi sejak 2003 menjadi wilayah perluasan Taman Nasional Gunung Halimun, dan dikelola sebagai Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati
(Sumber: https://earth.google.com)

Gunung Salak berusia relatif tua sehingga memiliki beberapa puncak. Geoposisi puncak tertinggi gunung ini ialah 6°43' LS dan 106°44' BT dan dinamakan Puncak Salak I dengan ketinggian puncak 2.211 m dari permukaan laut (dpl.). Banyak yang mengira asal nama "Salak" adalah dari tanaman salak, akan tetapi sesungguhnya berasal dari kata bahasa Sanskerta, salaka yang berarti "perak".


Gunung Salak merupakan gunung api strato tipe A. Puncak tertinggi (Puncak Salak I) menurut Hartmann (1938) adalah puncak berusia tertua. Puncak Salak II berketinggian 2.180 m dpl. dianggap yang tertua kedua. Selanjutnya muncul Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl. Terdapat sejumlah kawah aktif yang tidak berasa di puncak. Kawah terbesar, Kawah Ratu, merupakan kawah termuda. Kawah Cikuluwung Putri dan Kawah Hirup merupakan bagian dari sistem Kawah Ratu.

Semenjak tahun 1600-an tercatat terjadi beberapa kali letusan, di antaranya rangkaian letusan antara 1668-1699, 1780, 1902-1903, dan 1935. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1938, berupa erupsi freatik yang terjadi di Kawah Cikuluwung Putri.

Secara morfologi, Gunung Salak memiliki banyak jurang curam dan dalam. Karena seluruh tubuh gunung sampai puncak tertutup hutan lebat, kontur gunung ini tidak mudah terlihat. Hal ini sering kali menipu pendaki maupun penerbang yang melewati kawasan pegunungan ini. (Sumber: Wikipedia).




Akhirnya Jadi Ke Salak

Setiap pagi yang cerah datang, setiap saat itu juga gue melihat ke arah selatan langit dari kediaman rumah gue (Depok), gunung ini sangat terpampang jelas bak lukisan yang gagah. Dekat banget yah? Mungkin karena lokasi gunung ini yang ga begitu jauh dari tempat tinggal gue (sampe kelihatan jelas dari depan rumah), tapi gue juga bingung, kenapa ga pernah kesampean mendaki kesana, padahal deket, mungkin belum rejeki, tapi ga juga sih. Bukannya rejeki itu dijemput yah? Iya, dijemput, bukan nunggu sampe kapan pasti datangnya. Sejak saat itu gue berinisiatif untuk mulai menjemputnya! C'mon!

Tujuh hari sebelum pendakian (Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati), rencana ini sudah gue buat sedemikian matang, walaupun niat sebenarnya sih udah terbesit sekitar satu tahun yang lalu, tapi realisasinya baru sekarang-sekarang. Hemm, ga apa-apa, gunung kan ga ada masa kedaluwarsa ini.
Bingung akan melakukan pendakian 2 hari 1 malam (camping) atau 1 hari trekking alias tektok, setelah melakukan pertimbangan dan perundingan, gue tegaskan lebih memilih untuk tektok, kenapa? Ada beberapa alasan dan pertimbangan gue untuk tidak memilih pendakian 2 hari 1 malam, yakni :

1. Terkenal dengan track yang cukup berat, jika kami mendaki 2 hari 1 malam, maka kami harus
    membawa keril yang besar dan berat, itu akan sangat menyulitkan dan melelahkan. Kami pilih
    tidak.
2. Kental dengan mistisnya. Itulah alasan kami kenapa lebih memilih tektok, karena ingin
    menghindari bermalam di gunung ini wkwk. Bukan karena kami takut, cuma menghindari aja kok hihi.

Pendakian tektok kali ini, gue mengajak teman gue yang bernama "Yahya", ini adalah pendakian kedua kami, setelah sebelumnya kami pernah mendaki bersama ke Gunung Gede-Pangrango waktu lalu. Nanti gue ceritain juga! Ga kalah seru juga! 




Ini Harinya

Hari minggu tanggal 16 Desember 2018 pukul 01.30 WIB dini hari, Yahya menghubungi gue lewat pesan whatsapp, "Dam, dimana? berangkat jam berapa kita?", "Jalan jam 4 subuh aja", (jawab gue). Berhubung kami akan melakukan pendakian tektok, jadi kami berinisiatif berangkat dan mulai pendakian seawal mungkin.

Pukul 04.00 WIB, kami berangkat menuju Desa Cimelati menggunakan mobil yang gue bawa dari Depok. Cimelati, iya, jalur yang akan mengantarkan gue dan Yahya menuju Puncak Manik I. Mudah-mudahan ga sesadis Ibu Tiri yah wkwkwk.

Pukul 06.00 WIB, kami sudah tiba di Desa Cimelati. Kami sarapan bubur ayam terlebih dahulu pada saat itu. Maklum, tektok itu perlu tenaga yang lumayan banyak, perutpun harus diisi dulu, biar ga lemes selama pendakian. Inilah kalo pengen mendaki tektok, selain harus menyiapkan plan yang matang, fisikpun menjadi prioritas utama yang harus disiapkan, karena pendakian tektok itu akan membuat fisik bekerja secara nonstop selama 1 hari penuh.  Hemm, oke kalo begitu.




Assalamualaikum Salak

Tepat pukul 06.30 WIB, langkah kaki kami mulai meninggalkan  rumah Abah, rumah yang sebagai tempat parkir kendaraan gue selama pendakian, sekaligus untuk mengurus perizinan pendakian juga. Bismillah. Semoga mudah, aamiin.

Rumah Abah - Pos 1 (06.30 - 07.30 WIB)
Jalur dari rumah Abah menuju Pos 1 terbilang masih landai,  tapi sesekali akan menemukan jalur menanjak yang lumayan panjang, walaupun ga begitu terjal, tapi cukup bikin engap haha. Jalur yang kami lalui di awal masih berupa perkebunan-perkebunan warga. Setelah melakukan trekking sekitar 10-15 menit, jalur sudah mengarahkan kita pada kawasan hutan yang lumayan agak tertutup.

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Selama menyusuri jalur menuju Pos 1, kalian akan ditemukan dengan persimpangan (ke kiri dan ke kanan), pilihlah jalur yang ke kiri dan lanjutkan dengan mengikuti jalur yang ada. Jalur itu yang nantinya akan mengantarkan ke Pos 1.

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Jalur dari rumah Abah menuju Pos 1 terbilang lumayan panjang, gue kira cuma sekitar 30-45 menit aja, nyatanya hampir lebih dari 1 jam. Awalnya kami agak ragu, apakah ini jalur yang benar, kami sedikit khawatir, karena ga ada tanda yang menginformasikan ini adalah benar jalur menuju Pos 1. Kamipun sabar dan terus bergerak, Alhamdulillah, ternyata kami berada di jalur yang benar, dan Pos 1 pun dapat kami temui. Napas dulu sebentar hehe.

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati


Pos 1 - Pos 2 (07.30 - 08.00 WIB)
Tidak seperti jalur dari rumah Abah menuju Pos 1, jalur dari Pos 1 menuju Pos 2 ga begitu panjang, tapi tetap aja kalian akan menemui jalur yang lumayan menanjak, kalian pasti kuat kok! Kaya temen gue si Yahya ini, yang tiba-tiba menjadi slow motion pergerakannya haha.

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Tepat pukul 08.00 WIB, Pos kedua dapat kami pijakkan, yap, ini Pos 2, pos dengan lapak yang lumayan cukup luas, kira-kira bisa menampung sekitar 4-5 tenda. Alhamdulillah bisa meluruskan kaki sedikit, sambil mendokumentasikannya. Hehehe. Ternyata, ketika kami tiba di sana, sudah ada 1 kelompok yang sedang asik masak membuat makanan. Sepertinya mereka sudah bermalam di sana, tegur sapa pun terjadi. Itu spontan dan harus.

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati



Pos 2 - Pos 3 (08.00 - 08.20 WIB)
Tidak ingin berlama-lama di Pos 2, kamipun melanjutkan pendakian ke pos berikutnya, dengan harapan akan dimanjakan dengan jalur yang landai dan penuh bonus hahaha. Ketika kami melakukan trekking selama 20 menit, tiba-tiba kami dihadapkan pada persimpangan yang merupakan sebuah lahan yang lumayan terbuka, serta terdapat sumber air yang berasal dari sebuah kucuran. Ternyata ini Pos 3! Wow, sesingkat ini menuju Pos 3. Yahya pun langsung me-refill air minumnya. Nikmat.

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati



Pos 3 - Pos 4 (08.30 -  10.30 WIB)
Sadar jalur menuju Pos 4 adalah yang terberat (menurut tulisan yang sudah saya baca-baca), kamipun benar-benar menyiapkan tenaga ekstra, dengan mengisi perut kami terlebih dahulu. Jalur menuju Pos 4 ini, kalo boleh gue bilang, termasuk salah satu kategori jalur yang paling berat selama gue mendaki. Beberapa kali otot paha gue mengalami kram, sehingga menyulitkan gue ketika menemui track yang sangat curam, bantuan dari kedua tanganpun mau ga mau harus dilakukan, untuk memudahkan dalam menopang beban. Inilah durasi yang paling lama selama pendakian, sekitar hampir 2 jam, kami bergelut dengan kerasanya medan yang disuguhkan oleh "Si Kecil Cabe Rawit" ini. Track yang sangat padat dan tertutup. Akhirnya gue mengenal lebih dekat dengan Si Salak ini.

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Suara-suara teriakan dari pendaki lain mulai terdengar, sepertinya Pos 4 sudah tidak jauh lagi. Yap, Alhamdulillah, pos yang gue impikan muncul juga! Wow! Pos ini hanya bisa menampung sekitar 2-3 tenda aja, lahannya ga begitu luas seperti Pos 2.

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Ga mau terburu-buru untuk melanjutkan pendakian menuju pos berikutnya (Pos 5), gue dan Yahya memutuskan untuk beristirahat sebentar, kalo bisa sih, yang lama. Maklum, efek otot-otot paha yang kram, ditambah laper, dan mata agak sepet, karena kami belum tidur sejak tadi malam, alias begadang! sakit jiwa emang. Lalu, matapun tiba-tiba mulai sayup, dan kami pules.


Pos 4 - Pos 5 (11.00 - 11.20 WIB)
Tiba-tiba, kok badan terasa dingin dan menggigil, tidur kami jadi ga pules lagi, ternyata kabut sudah mulai tebal. Dengan kondisi mata agak sepet dan badan yang menggigil, kami mulai melanjutkan pendakian menuju pos berikutnya, Pos 5. Setelah tidur yang lumayan agak lama, membuat fisik kami sedikit ter-recovery. Di tengah-tengah jalur sebelum tiba di Pos 5, tiba-tiba hujan turun, tapi kami ga panik, karena kami memang udah menyiapkan pendakian ini dalam segala kondisi, salah satunya kondisi pada saat hujan seperti ini. Mantel hujan plastik pun mulai kami kenakan. Brrrr... lumayan seger cuacanya!

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati

Kurang lebih sekitar 20 menit lama pendakian, kami tiba di ruang terbuka yang ga begitu luas, itu adalah Pos 5. Alhamdulillah bisa napas sedikit wkwk. 

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati



Pos 5 - Pos 6 (11.30 - 12.00 WIB)
Singkat beristirahat, kami melanjutkan menuju Pos 6, lumayan bersemangat, karena perjalanan menuju puncak semakin dekat. Perlu diingat, jalur dari Pos 4 sampai dengan Pos 6, bisa dikatakan tidak terdapat jalur bonusnya, jalur ini konsisten menanjak curam yang ga habis-habis! Jadi, siapkan fisik yang prima, guys!
Hampir mirip dengan Pos 5, ternyata Pos 6 memang tidak begitu jauh berbeda, hanya sebuah ruang terbuka yang tidak begitu luas, dan memang benar ini adalah Pos 6! Alhamdulillah tiba.

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati




Pos 6 - Puncak Manik Salak I (12.10 - 13.00 WIB)
Sejak kami tiba di Pos 6, semangat dan motivasi kami semakin terbakar, walau pada saat itu kondisinya lembab dan hujan, bukan karena apa-apa, tidak lain karena puncak yang kami niatkan sudah semakin dekat, tinggal 1 langkah lagi! Kami pun terus bergerak, walau hampir seluruh tenaga kami semakin habis. Kami juga semakin termotivasi ketika bertemu dengan pendaki lain yang baru saja turun dari puncak, dan mereka menyapa, "Ayo, Bang, sedikit lagi puncaknya!", walau sebenarnya bisa saja puncaknya itu masih jauh. Ternyata kami salah, puncak itu memang sudah terlihat! kami semakin bergegas, dan Alhamdulillah kami tiba di puncak! yeay!

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati


Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati




Puncak Manik Salak I - Rumah Abah  (14.00 - 17.30 WIB)
Sudah puas berleha-leha dan meluruskan kaki yang lumayan pegal selama pendakian naik, sekitar pukul 14.00 WIB kami mulai meninggalkan puncak dan kembali turun ke bawah (Rumah Abah). Kami sengaja turun lebih dini, karena tujuan kami sejak awal adalah untuk menghindari terkena waktu malam di jalur. Jadi, kami harus bergegas dan tidak membuang-buang waktu. Perjalanan turun pun terasa sangat berat karena fisik yang sudah mulai habis. Dengan pergerakan yang sabar dan terus, sehingga semakin dekat mengantarkan kami pada kediaman rumah Abah. Alhamdulillah, pendakian ini dapat selesai tepat waktu, sesuai dengan yang direncankan oleh kami.

Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati





Pulang Ke Rumah

Setelah bersih-bersih sambil beristirahat sejenak di rumah Abah, sekitar pukul 18.30 WIB kami kembali pulang ke Depok dengan diiringi kabut dan gerimis sedang pada malam itu, tapi kami turut senang, rencana yang gue rencanakan sejak lama akhirnya terjadi, dan yang terpenting adalah semuanya berjalan lancar dan tidak ditemukan sedikit hambatan. Terima kasih Salak. Terima kasih, kamu memang "Si Kecil Cabe Rawit".




Berapa biaya yang dikeluarkan ?


Pendakian Gunung Salak 1 Hari (Tektok) via Jalur Cimelati
















Share this:

ABOUT THE AUTHOR

"Terima kasih sudah mampir dan membacanya, semoga bermanfaat, tertarik, dan dapat meninggalkan pesan ataupun pertanyaan pada kolom komentar."

4 komentar:

  1. Mas mw tanya rumah abah itu dmna ya, saya mw tektok juga di okt ini via cimelati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas bisa cek di google map "taman rekreasi cimelati". Nanti di sebelum pintu masuknya, ada pertigaan (belok kanan ke arah taman rekreasi cimelati dan lurus ke arah rumah abah). Pokoknya lurus ke arah atas aja, rumahnya ada di sebelah kanan jalan gerbang hitam dengan jalan yg berbatuan.

      Delete