Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2


Melanjutkan dari yang sebelumnya...


Melanjutkan dari cerita sebelumnya Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta. Pada tulisan ini, gue akan menyambungnya dan meneruskannya kembali, menyambung cerita pendakian ke gunung berikutnya, gunung yang berada di seberangnya, yakni gunung Sindoro. Di cerita ini pun, gue akan berusaha mencoba menjabarkan kembali tentang dari mana dan bagaimana gue memulainya, kemudian dapat menggapainya, dan hingga pada akhirnya kembali pulang ke Jakarta. To do Story!




Senin, 25 Maret 2019

Seusai mendaki gunung Sumbing kemarin, hari ini adalah hari dimana gue melanjutkan pendakian ke gunung berikutnya, gunung Sindoro. Rundown atau perencanaan lamanya waktu pendakian pun tidak berbeda jauh seperti pada pendakian gunung Sumbing kemarin, yaitu dilakukan 2 hari 1 malam, dan pada hari ke-2 nanti atau di hari terakhirnya, rencananya gue akan langsung kembali pulang menuju Jakarta. Hemm, sangat dikejar-kejar waktu, semoga keburu dan on schedule. Kita lihat saja, hehe.

Setelah sebelumnya bermalam di basecamp Garung gunung Sumbing, pagi itu, gue ga pengen membuang-buang waktu, langsung saja bergegas bersih-bersih dan merapikan barang-barang sesingkat mungkin, karena di pagi itu juga gue akan langsung ke basecamp Grasindo Kledung gunung Sindoro untuk melanjutkan pendakian berikutnya. Inisiatif untuk mempersingkat waktu dan ga mau ribet, pada waktu itu, gue menggunakan ojek motor untuk menuju ke sana. Untuk mendapatkannya pun ga susah, karena  ojek motor selalu standby di basecamp Garung. Tinggal ditanyakan saja.

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Jarak dari basecamp Garung ke basecamp Grasindo Kledung terbilang tidak begitu jauh. Oleh sebab itu, para pendaki biasanya menggunakan bus yang bisa didapat dari depan jalan raya. Effort-nya, harus jalan kaki ke depan jalan raya dulu dari basecamp, wkwk.




Basecamp Grasindo via Kledung - Pos 1

Sekitar pukul 09.00 WIB pagi, gue sudah tiba di basecamp Grasindo, dan pada saat itu juga langsung segera mendaftar SIMAKSI. Untuk biaya SIMAKSI-nya, tidak berbeda jauh seperti biaya SIMAKSI gunung Sumbing, hanya sekitar Rp. 15.000,- per orang. Proses SIMAKSI-nya pun tidak begitu sulit, cukup dengan mengisi data diri dengan menunjukkan kartu identitas dan mengisi list perlengkapan apa saja yang dibawa. Baiknya lagi, di sini ga begitu dipermasalahkan apabila ingin melakukan pendakian seorang diri alias solo hiking, tapi dengan catatan bahwa sudah melengkapi perlengkapan yang dibawa. Itu sih, memang harus, hehe.

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Sempat mengisi perut terlebih dahulu sekaligus bersantai-santai, hingga akhirnya pada pukul 10.15 WIB gue mulai start menuju Pos 1 dari basecamp. Untuk menuju Pos 1 dari basecamp pun mirip seperti pada waktu di gunung Sumbing kemarin, yaitu menggunakan jasa ojek motor, hahaha. Untuk biayanya juga sama, dihargai Rp. 30.000,- per sekali jalan. Sebenarnya, ada banyak alasan jika ditanya mengapa gue memilih menggunakan ojek motor, beberapanya adalah;
  1. Karena waktu yang gue punya tidak banyak alias mepet, oleh sebab itu gue menggunakan ojek motor untuk mempersingkat waktu pendakian.
  2. Menurut gue, dengan menggunakan ojek motor, berarti sama saja gue membantu dan mendukung mata pencaharian mereka. Kalau bukan kita yang menggunakan jasa mereka, dari mana lagi mereka bisa mendapatkan pemasukan financial-nya. Bukannya itu bagus?
  3. Gue menjadikan hal ini sebagai bagian dari pengalaman cerita yang pernah terjadi, dan hingga pada akhirnya nanti, gue bisa bercerita ke orang lain tentang "rasanya" naik ojek motor gunung Sindoro.
Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Lama waktu perjalanan menggunakan ojek motor sekitar 15 menit, gue sudah tiba di Pos 1. Di lokasi ini hanya terdapat sebuah warung kecil dan ada semacam pondokan juga sebagai tempat mangkalnya ojek motor. Pada waktu itu, sudah ada beberapa rombongan pendaki lain yang baru ingin mulai pendakian juga.

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2




Pos 1 - Pos 2

Seusai memeriksa kembali perlengkapan, pada pukul 10.50 WIB, pendakian dilanjutkan kembali, dilanjutkan menuju pos berikutnya, yaitu Pos 2. Di Pos 1 tadi, gue sempat berkenalan dengan rombongan pendaki yang lain, mereka berjumlah 5 orang, 3 orang berasal dari Magelang, dan 2 lainnya berasal dari Sukabumi. Berawal dari sebuah obrolan perkenalan, hingga pada akhirnya kami melakukan pendakian bersama-sama seiring waktu berjalan. Hal ini, nyatanya memang sering terjadi pada pendakian-pendakian sebelumnya juga. Sangat sesederhana ini, hehe.

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Jalur dari Pos 1 menuju Pos 2 terbilang tidak begitu menanjak banget, hanya saja lumayan panjang. Kontur jalurnya pun didominasi oleh tanah dan jarang ditemui track bebatuan. Kalo menurut gue, jalur ini masih terbilang santai. Sebelum tiba di Pos 2, sempat ditemui jalur yang sedikit naik-turun juga. Lalu, kami tiba di Pos 2 pada pukul 11.18 WIB. Perjalanan dari Pos 1 menuju Pos 2 kurang lebih sekitar 30 menit! Isitirahat dulu, ah.

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2




Pos 2 - Pos 3

Sudah puas beristirahat sembari ngobrol-ngobrol tentang latar belakang dari masing-masing kami, lalu pendakian kami lanjutkan kembali tepat pada pukul 11.54 WIB. Jalur dari Pos 2 menuju Pos 3, tidak senikmat jalur sebelumnya, alias sangat menyiksa! wkwkwk. Track-nya pun sudah mulai didominasi oleh beberapa batuan kecil dan sedang, dan tanjakannya pun lebih berasa ketimbang sebelumnya. Agar lebih berhati-hati dalam memilih langkah, karena beresiko kaki terkilir.

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Setelah dengkul dan kawan-kawannya dihajar habis-habisan oleh tanjakan yang bertubi-tubi, dengan napas yang sudah alakadarnya, akhirnya kami bertemu dengan Pos 3. Saat kami tiba, ternyata sudah banyak tenda para pendaki. Gue kira ini adalah sunrise camp, ternyata masih naik sedikit lagi. Yaudah, istirahat sebentar dulu, hehe. Waktu menunjukkan pukul 13.03 WIB pada saat kami tiba di Pos 3.

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2




Pos 3 - Sunrise Camp

Sudah puas break meluruskan kaki dan menstabilkan napas, perjalan menuju Sunrise Camp kami lanjutkan kembali pada pukul 13.39 WIB. Jarak menuju Sunrise Camp tidak begitu jauh, cuma melewati 1 tanjakan lagi. Pelan-pelan kami lalui, akhirnya kami tiba di Sunrise Camp tepat pada pukul 13.49 WIB. Area Sunrise Camp terbilang cukup besar, dapat menampung lebih dari 10 tenda, dan dari sini dapat terlihat jelas penampakan gunung Sumbing yang gagah bertengker. View yang sangat mahal ditemui! Langsung segera mendirikan tenda karena cuaca sudah mulai mendung dan gelap.

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Saat kami sedang membangun tenda, tiba-tiba hujan turun. Kejadian ini mirip seperti ketika baru tiba di Pos 3 Pestan gunung Sumbing waktu kemarin. Hujan yang deras sehingga mengganggu proses mendirikan tenda. Sudah biasa, hehe.

Tidak terasa, hujan berlangsung lumayan lama, dan perut pun sudah memanggil untuk segera diisi. Sore itu terasa sangat lapar sekali! haha. Mari kita bedah isi dari masing-masing keril kami, mari kita olah, dan menikmatinya sambil memandangi si Sumbing yang berada di kejauhan sana.

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Setelah perut puas diisi, tidak banyak yang kita lakukan selain ngobrol-ngobrol tentang background dari masing-masing kami. Kadang kita merasa, cerita hidup orang lain itu tidak begitu penting untuk kita, jika kita merasa demikian, silahkan saja, itu hanya bagian dari perspektif, tapi setidaknya, minimal ada yang bisa kita petik dan dijadikan sebagai pelajaran ataupun tambahan ilmu baru untuk kita.

Hari sudah malam, waktunya beristirahat sebelum summit nanti tiba.




Selasa, 26 Maret 2019 - Summit

Dari sebuah kebisingan di luar tenda, sehingga membangunkan gue pada waktu subuh itu. Rencana gue yang tadinya mau summit di waktu yang masih gelap alias waktu subuh, sepertinya gue tunda dulu. Mari membuat sarapan dulu, sambil menunggu yang lainnya sudah siap juga. Sejenak, gue coba mengintip keluar tenda, sepertinya ada penampakan yang memukau.


Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2





Sunrise Camp - Pos 4 Batu Tatah

Terlena dengan view yang luar biasa pada pagi itu, sampai-sampai kami terlupa bahwa harus segera muncak, karena hari sudah semakin siang. Pada pukul 05.50 WIB, kami mulai summit. Titik yang menjadi targte kami berikutnya adalah Pos 4 Batu Tatah, Bismillah.

Menurut info dari yang gue baca-baca, jalur dari Sunrise Camp menuju Pos 4 Batu Tatah, hingga sampai ke puncak akan sangat menguras tenaga, karena sedikit sekali bonusnya. Pelan-pelan gue lalui, ternyata memang sangat menguras tenaga juga. Jalur tanah dan sedikit ditambah bebatuan yang mostly menanjaknya ga habis-habis, saat itu gue merasa pengen menyudahi pendakian, wkwk. Entah karena fisik gue yang memang sudah terkuras habis pada saat pendakian gunung Sumbing kemarin atau jalurnya yang luar biasa, pokoknya berasa capek!!! 

Sebagai obat dan sedikit penghilang letih, beberapa kali gue berhenti di jalur pendakian, bukan untuk minum ataupun makan, cuma sedikit menyempatkan untuk mengabadikan penampakan indahnya si Sumbing. Indah banget !!!

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Dengan kondisi napas yang sudah kembang kempis, dengkul dan otot paha yang mulai tegang, dan badan sudah mulai terasa lemas, akhirnya dari kejauhan  sudah terlihat pertanda Pos 4 Batu Tatah. Semakin mendekati, semakin memberikan tanda yang jelas bahwa itu adalah Pos 4 Batu Tatah. Alhamdulillah, akhirnya tiba juga. Ga terasa, jam sudah menunjukkan pukul 07.04 WIB. Selonjoran dulu! 

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2





Pos 4 Batu Tatah - Puncak Sindoro

Selesai memulihkan tenaga yang sudah mulai menipis, pada pukul 07.30 WIB, kami mulai melanjutkan perjalanan. Titik berikutnya adalah puncak. One step closer! Jika dilihat dari medan yang sekarang, sepertinya jalur akan konsisten full bebatuan, dan matahari pada saat itu sangat terik menyengat.

Sering sekali gue berpapasan dengan pendaki yang akan turun, sesering itu juga mereka menyemangati sambil berkata, "Semangat! puncaknya udah ga jauh lagi.", sebuah motivasi yang sangat klasik bagi gue, wkwk. Satu-dua langkah, berhenti, satu-dua langkah, berhenti, dan hingga akhirnya gue bertemu pada sebuah gugusan pohon-pohon kering atau mati. Ini mirip dengan Hutan Mati yang ada di gunung Papandayan. Kerenss!!!

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Dari lokasi ini, sepertinya puncak sudah tidak jauh lagi, karena di ujung sana sudah terlihat sekumpulan pendaki yang sedang mengibarkan bendera merah putih, biasanya itu pertanda sebuah puncak. Mari kita percepat pergerakan, walau sudah mulai engap, wkwk. Alhamdulillah, pada pukul 08.05 WIB, akhirnya kami tiba di puncak.

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2





Puncak - Sunrise Camp - Basecamp Grasindo via Kledung

Saat gue tiba di puncak, ada seorang pendaki menyapa gue, "Oiii, bang, ketemu lagi kita!", sambil gue inget-inget, ternyata sebelumnya kami pernah bertemu juga di puncak Rajawali kemarin! Hahaha, sangat unpredictable banget. Dia pun juga melakukan pendakian sendiri alias solo! keren!

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Tidak lama dari itu, gue dan rombongan kembali turun ke Sunrise Camp pada pukul 09.10 WIB, dan sudah tiba di Sunrise Camp sekitar pukul 11.00 WIB.

Pada pukul 15.15 WIB, kami mulai turun menuju basecamp dari Sunrise Camp. Cerita perjalanan turun dari Sunrise Camp ke Basecamp gue buat persingkat. Pada waktu itu, gue sudah tiba di Pos 1 sekitar pukul 17.00 WIB, kemudian gue lanjutkan lagi menuju Basecamp dengan menggunakan ojek motor yang sudah standby di sana. Hingga akhirnya pada pukul 17.20 WIB gue sudah tiba di Basecamp.




Basecamp - Terminal Wonosobo

Setelah selesai bersih-bersih dan merapikan barang-barang, gue coba menanyakan soal ketersediaan bus Jakarta-Wonosobo ke petugas yang berada di basecamp, dan jawabnya adalah bahwa bus yang menuju ke Jakarta terakhir ada pada pukul 17.00 WIB. Jika dihitung-hitung tidak akan keburu, tapi gue coba inisiatif langsung menuju Terminal Wonosobo, mudah-mudahan masih ada.

Bergegas, gue langsung menaiki bus untuk menuju Terminal Wonosobo yang gue berhentikan di pinggir jalan raya yang ga jauh dari lokasi basecamp Grasindo.

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Setelah tiba di Terminal Wonosobo sekitar pukul 18.30 WIB, sudah sedikit bus-bus yang tersedia di sana. Gue coba menanyakan ke sekitar, apakah masih ada bus yang menuju ke Jakarta. Tidak lama dari itu, ada seorang  ibu-ibu yang menawarkan kepada gue sebuah shuttle atau sejenis travel yang kebetulan memang akan menuju ke Jakarta juga, tepatnya di Terminal Kampung Rambutan. Dengan perasaan senang, gue terima, dengan biaya yang hampir sama juga seperti harga tiket bus Jakarta-Wonosobo waktu lalu.

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Tepatnya, pada pukul 19.05 WIB, mobil pun berangkat menuju Jakarta. Semoga tidak ada kendala selama  perjalanan. Dengan kondisi badan yang lumayan remuk, gue coba paksakan tidur selama perjalanan menuju Jakarta. Jakarta, gue pulang, hehe.





Double "S" selesai juga...

Dengan berakhirnya pendakian ini, gue dapat memberi simpulan, jika ingin mencapai sesuatu yang besar dan indah, minimal sudah mengantongi tekad dan niatan yang besar juga. Jika sudah tahu bahwa yang ingin dicapai itu besar, setidaknya usaha-usaha dan perencanaan kita tidak kalah besar juga. Pendakian Double "S" ini adalah sebuah ilustrasi yang terjadi dari hasil apa-apa saja yang sudah tersusun dan terencanakan, yang direncanakan se-realistis mungkin. Jika semua rencana sudah dijabarkan, sisipkanlah kesabaran, selebihnya, biar Tuhan yang memberi jawaban.






Rundown :

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2





Budget :

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2






Overall Rundown & Budget :

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2




Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2

Pendakian Solo Double S (Sindoro & Sumbing) dari Jakarta Bagian 2



Share this:

ABOUT THE AUTHOR

"Terima kasih sudah mampir dan membacanya, semoga bermanfaat, tertarik, dan dapat meninggalkan pesan ataupun pertanyaan pada kolom komentar."

2 komentar:

  1. Informasi seperti ini yg saya butuhkan, terimakasih untuk pengalamannya

    ReplyDelete